Selasa, 21 April 2015

Tugas Ke 2 Softskill (Akuntansi Internasional)



Bank Indonesia Putuskan BI Rate Tak Berubah


Liputan6.com, Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17 Maret 2015 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 7,5 persen. Selain itu, RDG juga memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility di level 5,5 persen dan Lending Facility tetap pada level 8 persen. Keputusan tersebut berlaku efektif sejak 18 Maret 2015.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan, kebijakan tersebut diambil dengan keyakinan Bank Indonesia bahwa inflasi akan tetap terkendali dan rendah sehingga berada di kisaran bawah sasaran 4  persen pada 2015 dan 2016. "Selain itu, kebijakan ini masih sejalan dengan upaya BI untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan pada tingkat yang lebih sehat," jelasnya di Jakarta, Selasa (17/3/2015).

BI juga akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan serta mendorong berlanjutnya reformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Kami akan memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, bauran kebijakan untuk jaga stabilitas makro ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Serta Memperkuat bauran dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah untuk menekan defiti necara berjalan," tandasnya. Selain itu, BI akan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah untuk memastikan bahwa inflasi akan tetap rendah dan defisit transaksi berjalan terjaga pada tingkat yang lebih sehat. 

Langkah BI tersebut sesuai dengan prediksi para analis. Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual menuturkan, memang ada ruang BI Rate turun mengingat data makro ekonomi Indonesia cukup baik. Neraca perdagangan Februari surplus sekitar US$ 750 juta. Indonesia juga masih mencatatkan deflasi sekitar 0,36 persen pada Februari 2015.

Meski demikian, sentimen eksternal masih mengkhawatirkan terutama soal kebijakan suku bunga AS. The Federal Open Commitee (FOMC) akan digelar dua hari mulai 17 Maret-18 Maret 2015. Melihat kondisi itu, David melihat BI akan cenderung hati-hati. Apalagi pertemuan The Fed baru diketahui hasilnya pada Rabu pekan ini. Karena itu, BI akan mempertahankan suku bunga di level 7,5 persen. 

Dengan kemungkinan BI Rate tetap, David menilai, BI akan menjaga neraca transaksi berjalan. Indonesia masih mencatatkan defisit neraca transaksi berjalan yang masih tinggi ketimbang Thailand dan Korea Selatan. Sehingga mata uang Rupiah lebih tertekan dibanding dua negara tersebut.

Hal senada dikatakan, Direktur PT Bahana TCW Asset Management, Budi Hikmat. BI akan fokus menstabilkan rupiah dengan menjaga neraca transaksi berjalan. Oleh karena itu, BI belum akan menurunkan BI Rate. “BI cenderung tunggu dulu menggenjot ekonomi apalagi melihat rupiah sekarang. Fokus mereka lebih menjaga kestabilan,” tutur Budi.

Untuk diketahui, pada RDG sebulan sebelumnya atau pada 17 Februari 2015, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,50 persen, dengan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 5,50 persen dan Lending Facility tetap pada level 8,00 persen berlaku efektif sejak 18 Februari 2015. (Dny/Gdn)

Sumber:

KESIMPULAN:
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17 Maret 2015 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 7,5 persen. Selain itu, RDG juga memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility di level 5,5 persen dan Lending Facility tetap pada level 8 persen. Keputusan tersebut berlaku efektif sejak 18 Maret 2015. Kebijakan tersebut diambil dengan keyakinan Bank Indonesia bahwa inflasi akan tetap terkendali dan rendah sehingga berada di kisaran bawah sasaran 4  persen pada 2015 dan 2016.

PESAN:
Tingkat suku bunga seharusnya lebih tinggi dari inflasi, dan di Indonesia memang sudah demikian. Tetapi masih banyak yang complain suku bunga pinjaman (kredit) masih terlalu tinggi. BI rate atau suku bunga acuan BI baru diturunkan 25 basis points, dari 7.75% jadi 7.50%, tetapi suku bunga kredit belum turun.

Saat ini nilai tukar Rupiah yang terlalu lemah secara umum tidak menguntungkan karena berhubungan dengan impor, termasuk impor sembako yang menyangkut hajat orang banyak. Beras, kedelai, bawang dsb masih impor jadi kalau Rupiah melemah harga sembako akan naik, juga bbm.

Dampak pelemahan Rupiah akan lebih terasa ke masyarakat banyak dibandingkan dampaknya terhadap eksportir yang diuntungkan dari pelemahan Rupiah.

Jumat, 20 Maret 2015

TUGAS 1 softskill (KURS ASING Soal + Jawaban



Tanggal: Sat 14 Mar 2015  
SIMBOL
MATA UANG
KURS JUAL
KURS BELI
KURS TENGAH

AUD
Australia - Dollar
10,254.95
9,970.95
10,112.95

CAD
Canada - Dollar
10,498.55
10,219.55
10,359.05
CHF
Swiss - Franc
13,310.75
12,972.75
13,141.75

CNY
China - Yuan
2,135.55
2,079.85
2,107.70

DKK
Denmark - Krona
1,912.30
1,850.40
1,881.35
EUR
Eropa - Euro
14,184.50
13,826.50
14,005.50
GBP
English - Poundsterling
19,873.60
19,348.60
19,611.10
HKD
HongKong - Dollar
1,713.35
1,683.25
1,698.30
JPY
Japan - Yen
110.27
106.94
108.61

NZD
New Zealand - Dollar
9,827.55
9,528.55
9,678.05
SAR
Riyal - Saudi
3,568.95
3,464.95
3,516.95
SEK
Swedia - Krona
1,558.90
1,502.60
1,530.75

SGD
Singapura - Dollar
9,526.72
9,469.72
9,498.22
USD
Amerika - USD Dollar
13,340.00
13,040.00
13,190.00


1.      Ny. Suzi seorang warga negara Indonesia, dia mendapat pinjaman dari sodaranya Ny. Smith berkebangsaan Perancis sebesar  8.000 CHF dan langsung di kirim ke Indonesia. Berapa total rupiah yang akan di terima oleh Ny. Suzi? (Kurs 14 Maret 2015)
Jawab:
CHF    = 8.000 CHF x 12.972,75 (Kurs beli) = Rp 103.782.000

2.      Lisa akan membuka usaha di bidang Sovenir di kanada, ia membutuhkan $ 80.000 untuk modal usahanya. Berapa rupiah yang harus ia siapkan jika ia mempunyai tabungan senilai $200.000 HKD? (Kurs 14 Maret 2015)
Jawab:
            CAD   = $80.000 x 10.498,55 (kurs jual)
                        = 839.884.000
            HKD   = $200.000 x 1.683,25 (Kurs beli)
                        = 336.650.000
3.      Ny. Sianturi mengimport mobil dari jepang dengan harga 50.000 yen. Berapa dollar Australia yang harus di bayar? (kurs 14 maret 2015)
Jawab:
            JPY     = 50.000 x 110.27 (kurs jual)
                        = Rp 5.513.500
            AUD   = 5. 513.500 / 10.254,95 (kurs jual)
                        = $537,6427
4.       Merry berasal dari europa , dia ingin berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar $ 200.000 . ketika ditukar di bank maka uang yang ia dapat sebesar ? (kurs 14 maret 2015)
Jawab :
EUR    = $ 200.000x 13,826.50 (kurs beli) = 2.765.300.000
5.      Palenta ingin berlibur ke pulau dewata Bali, ia mempunyai uang sebanyak 111.000 yen. Dia menginginkan agar uangnya sisa sebesar 1.111 yen. Berapa Rupiah kah sisa uang Tn. Palenta ? (kurs 14 maret 2015)
Jawab   :
JPY      = 111.000 x 106.94 (kurs beli)
= Rp. 11.870.340
JPY     = 1.111 x 106.94 (kurs beli)
= Rp. 118.810
6.      Tn. Dodo harus membayar gaji para karyawannya yang bekerja di Hongkong sebesar HKD 350.000 . berapa Rupiah uang yang harus dikeluarkan  Tn. Dodo untuk membayar gaji karyawannya tersebut? (kurs 14 maret 2015)
Jawab :
HKD   = 350.000 x 1,683.25 (kurs beli)
= Rp 589.137. 500

7.      Yesa seorang warga negara Indonesia ingin berlibur ke China. Ia mempunya uang sebesar Rp 30.000.000. Ketika ditukar di bank berapa CNY (China, Yuan) yang akan diperoleh Lisa? (Kurs 14 Maret 2015)
Jawab :
CNY (China, Yuan)  = Rp 30.000.000 / 2,135.55 (kurs jual)
= 14047,9 CNY
8.      Tuan Rangga ingin menjual EUR miliknya 550. Kemudian ingin menukarkannya ke NZD. Berapa NZD yang diperoleh tuan Rangga? (kurs 14 maret 2015)
Jawab:
            EUR    = $ 550 x 13,826.50 (kurs beli)
                        = 7.604.575
            NZD    = 7.604.575 / 9,827.55 (kurs jual)
                        = 773,80171
9.      Meymey memiliki uang sebesar Rp 100.000.000, kemudian ia ingin menukarkan uangnya ke dollar Australia. Berapa AUD yang diperoleh meymey? (kurs 14 maret 2015)
Jawab:
            AUD   = Rp 100.000.000 / 10,254.95 AUD (kurs jual)
                        = $ 9.751,388
10.  Seorang pengusaha ingin mengimport Mobil sport dari Australia dengan harga $100.000. berapa SGD yang harus dibayar si pengusaha tersebut? (kurs 14 maret 2015)
Jawab :           
            $ 100.000 x 10.254.95 (kurs jual) = Rp 1.025.495.000
            SGD    = Rp 1.025.495.000 / 9.526,72 (kurs jual)
                        = 107.644,079