Rabu, 01 Januari 2014

Cerpen : HADIAH KEMATIAN SAHABAT (Tulisan Softskill)



IFA, RAHMA, CHOI, SHUT, PUJI tepat di tanggal 25 September 2008 mereka memutuskan untuk bersahabat. Dan persahabatan mereka, mereka namakan dengan ‘The Bontot’ mengapa demikian? Tanpa mereka kasih tau juga kalian tau...
Rahma dan Ifa mulai bersahabat dari mereka TK. Kemudian Choi sudah kenal dengan Rahma sejak sd karena rumah mereka sangat dekat. Kemudian Shut satu SMP dengan Ifa. Dan Puji panggilannya Pules (Puji Lestari) kenal berawal karena Rahma, Choi, dan Pules kelas 1 nya satu kelas. Mungkin ribet yah kalau dibayangkan hahaha .. Karena berawal dari saling keterkaitan tersebut dan kebetulan sangat kebetulan mereka semua berasal dari anak bungsu atau anak terakhir atau disebut juga anak bontot dan mereka dipertemukan di SMA yaaa mereka jadi bersahabat. Mereka bersahabat sudah 5 tahun semenjak kelas 1 SMA sampai sekarang kuliah SEMESTER 5.
Oke, langsung ke tahap cerita yaa..
Semenjak awal kuliah sampai sekarang mereka sibuk dengan kuliah mereka, sampai lupa dengan sahabat-sahabat. Kini usia mereka sudah 20 tahun, dan sudah lama tidak merayakan ulang tahun bersama dengan ‘Bontot’. Suatu saat tepat dimalam tahun baru IFA merasakan kehilangan sosok sahabat kecilnya ‘Bontot’
“Apa-apaan ini, sekarang malem tahun baru dan tanggal 1, 2, dan 3 Januari ulang tahun Choi, Pules, sama Shut. Dan gw Cuma duduk ngeliat tv dan kembang api di luar” pikir Ifa tersadar akan sahabatnya. Karena sangat mepet untuk menyiapkan kado untuk mereka, Ifa berpikir keras. “Mungkinkah sebuah video bersumber dari foto-foto kita? Masa Cuma itu, simple banget siih? Tapi udah mepet sih yasudahlah tak apa daripada ga sama sekali” ujar Ifa. Cukup 1 jam dia membuat video simple bersumber dari FB mba bro. Hahaha (kepepet siih)
Tepat Pukul 00.00 dimalam tahun baru Ifa mengirim sebuah video ucapan ‘HAPPY BIRTHDAY’ ke Choi yang ulang tahun bersamaan dengan tahun baru. Beberapa detik, beberapa menit,beberapa jam tak ada balasan via WA, SMS, atau LINE dari dia. “apa mungkin Choi lupa sama gw?” merenung. Tiba-tiba siang hari pukul 14.00 ada Telpon masuk. Dan Telpon tersebut dari mamah Choi,
Via Telepon
“Assalamu’alaikum, ini de Ifa yaa??” sapa mamahnya Choi
“Walaikumsalam Bu, iya ini Ifa ada apa Bu??” jawab Ifa
“tadi malem kamu WA Choi? Maaf Choi ga bisa jawab, dia sedang istirahat” Jelas mamahnya Choi
“Oooh Iya Bu, gapapa ko. Salam yah bu buat Choinya” jawabku.
Tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari kejauhan seperti terdengar suara kaka Choi yaitu Ka Bella.
“Maaf Bu, itu sepertinya ada suara ka Bella yang sedang menangis? kalau boleh tahu ada apa ya dengan kak Bella??” tanya Ifa
‘Hiks hiks hiks .... ‘ tangis mamahnya Choi. “Loh? Ibu kenapa nangis? Ada apa bu” penasaran.
“Choi, Fa. Choi...!! hiks hiks.. “ tangis mamahnya dengan tersedak-sedak
“loh? Ada apa buu sama Choi? Bukannya dia lagi istirahat?” tanya Ifa karena tidak mengerti dengan keadaan yang sebenernya terjadi. Tiba-tiba telpon pun mati... ‘tuuutttt’
Ifa sangat khawatir dengan apa yang terjadi dengan Choi. Saat itu juga Ifa langsung memberi kabar dan menceritakan telpon apa yang diterimanya kepada sahabat-sahabat nya (Bontot).
Pukul 18.00 tanggal 01 Januari.. mereka On The Way ke rumah Choi, dan mereka kaget ketika sampai dirumah Choi. “kenapa rumahnya sepi dan lampu pun mati??” tanya Rahma penasaran. Ketika itu kita langsung tanya ke tetangga terdekat. Dan kita lebih kaget ketika mendengar salah satu tetangga berkata “loh? Mba ga tau Choi abis kecelakaan 5 hari yang lalu. Dia sekarang koma di rumah sakit .... dan rumah ini pun rencananya mau di jual untuk pembayaran Choi” jawab si tetangga.
“Asstagfirullah, kenapa kita ga tau, kenapa kita ga ada di saat dia koma” penyesalan, penyesalan, penyesalan datang bertubi-tubi. Hati terasa tersayat-sayat mendengar berita itu.
Saat itu juga mereka langsung pergi ke rumah sakit. Dan mereka langsung meneteskan air mata melihat keadaan Choi tergeletak tak berdaya dengan wajah tersenyum. Mamah Choi pun langsung bendekap tubuh mereka dengan air mata yang sudah habis terasa. Dan kemudia dia menceritakan kejadian sebenarnya dan alasan kenapa ibunya tidak memberi tahukan ke mereka tentang keadaan choi.
Sebelum kejadian kecelakaan terjadi Choi pamit pergi untuk menyiapkan keperluan pesta ulang tahunnya dan sahabat-sahabatnya dan dia berkata sebelum berangkat “mah, jangan bilang ke mereka ya apa yang Choi lakuin sekarang, dan bilang sama mereka Choi sedang istirahat kalo mereka WA atau sms atau LINE. Choi mau kasih kejutan supaya kita bisa berkumpul lagi dan Choi mau bilang CHOI SAYANG KALIAN”. Perkataan choi sebelum terjadi kecelakaan dengan tersenyum dengan senang.
Entah mamahnya belum menyadari ketika Choi berkata tersebut, dan dia baru menyadari ketika Choi tergeletak tak berdaya di atas kasur dengan kepala yang habis di bedah 3 kali karena pendarahan. Asstagfirullah... serasa pedang menusuk jantung dan air mata terhenti begitu saja. Mereka pun mendekati Choi dengan memegang tangannya dan Choi tiba-tiba meneteskan air mata dan tersenyum seakan dia telah berhasil mengumpulkan mereka ‘Bontot’. Dan tiba-tiba detak jantung Choi pun berhenti. “tuuuuuutttttt......!!!”

                                                        END!!
Jika kalian mempunyai sahabat, ayah, ibu, kaka, adik sekarang peluk lah mereka dan ucapkan bahwa kalian sayang sama mereka dan jangan menyia-nyiakan atau melupakan mereka  J
*maaf jika ada kesamaan cerita atau nama tokoh. Sesungguhnya tidak disengaja jika adanya persamaan. Terima kasih telah membacanya*

RIFA’ATUL MAKHMUDA
29211006
3EB24

Tidak ada komentar:

Posting Komentar